Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP_el) Berlaku Seumur Hidup dan tidak diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya


Polling Website

Artikel Terakhir

Calendar

« Jun 2017 »
M S S R K J S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8

Statistik Website

v2_mod_v2_mod_visitcounterVisitor Online1
v2_mod_v2_mod_visitcounterHits48851
v2_mod_v2_mod_visitcounterToday29
v2_mod_v2_mod_visitcounterYesterday65
v2_mod_v2_mod_visitcounterThis week488
v2_mod_v2_mod_visitcounterThis month1675
v2_mod_v2_mod_visitcounterAll days25013

Akta-Kelahiran

PERSYARATAN AKTA KELAHIRAN

 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pencatatan peristiwa kelahiran menggunakan asas domisili (tempat tinggal sesuai dengan KTP/KK ).

 Adapun persyaratan untuk mencatatkan peristiwa kelahiran adalah sebagai berikut : 

  1. Pencatatan Kelahiran sampai dengan 60 hari kerja sejak kelahiran, terdiri dari :
  1. Formulir  Laporan Kelahiran;      
  2. Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Kelurahan/Pemerintah Desa (Model : SKL - CS);
  3. Foto Copy Akta Nikah/Akta Perkawinan/Akta Perceraian orang tua dilegalisasi Instansi yang mengeluarkan;
  4. Foto Copy Kartu Keluarga yang mencantumkan Nama Anak yang dicarikan Akta, dilegalisasi Kecamatan/Dinas Dukcapil;
  5. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua dilegalisasi Kecamatan/Dinas Dukcapil, apabila telah meninggal dunia diganti foto copy Akta Kematian dilegalisasi Dinas Dukcapil atau Surat Kematian dilegalisasi Desa/Kelurahan;
  6. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 2 (dua) orang saksi dilegalisasi oleh Dinas Dukcapil/ Kecamatan (saksi-saksi harus satu Desa/Kelurahan dengan domisili anak yang dicarikan Akta, berusia 21 tahun atau pernah menikah, cakap membaca dan menulis, tidak tercantum dalam satu KK dengan anak/orang yang dicarikan akta, satu saksi maksimal memberikan kesaksian untuk 2 (dua) pemohon dalam setiap pengajuan;
  7. Bagi penduduk yang tidak mampu melakukan pelaporan sendiri dapat dicatatkan oleh orang lain dengan melampirkan Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,- dan foto copy KTP yang diberi kuasa dilegalisasi Dinas Dukcapil/Kecamatan.
  1. Pencatatan Kelahiran usia lebih 60 hari kerja sejak tanggal kelahiran, terdiri dari :

Syarat-syarat pencatatan kelahiran sebagaimana tersebut dalam huruf A nomor 1-7 ditambah dengan :

  1. Mengisi formulir pencatatan kelahiran melebihi batas waktu 60 hari kerja sejak kelahiran;
  2. Surat Pernyataan tentang orang tua anak;
  3. Dokumen penunjang misalnya  Kutipan Akta Kelahiran orang tua, Kutipan Akta Kelahiran saudara kandung;
  4. Surat Keterangan Beda Nama dari Desa/Kelurahan (apabila diperlukan);
  5. Surat Pernyataan Nama Orang Tua yang akan dicantumkan dalam Akta Kelahiran (jika ada beda nama);
  6. Pelapor dan saksi-saksi harus hadir dalam sidang verifikasi dan validasi sesuai waktu yang ditentukan (Selasa dan Kamis).

 

Formulir-formulir :

  1. Formulir Laporan Kelahiran (untuk pelaporan kelahiran sampai dengan 60 hari sejak kelahiran);
  2. Formulir Kelahiran Terlambat (untuk pelaporan kelahiran lebih dari 60 hari sejak kelahiran);
  3. Surat Pernyataan nama orang tua yang akan dicantumkan dalam Akta Kelahiran;
  4. Surat Kuasa.