Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP_el) Berlaku Seumur Hidup dan tidak diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya.


Polling Website

Menurut anda, bagaimana penampilan website dinas dukcapil

Artikel Terakhir

Calendar

« Dec 2019 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

Statistik Website

v2_mod_v2_mod_visitcounterVisitors Online12
v2_mod_v2_mod_visitcounterHits5576258
v2_mod_v2_mod_visitcounterToday0
v2_mod_v2_mod_visitcounterYesterday0
v2_mod_v2_mod_visitcounterThis week0
v2_mod_v2_mod_visitcounterThis month0
v2_mod_v2_mod_visitcounterAll days747192

31 DESEMBER 2018, BATAS TERAKHIR PEREKAMAN KTP-EL

31 DESEMBER 2018, BATAS TERAKHIR PEREKAMAN KTP-EL#

Dalam rangka menyebarluaskan informasi administrasi kependudukan, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY melakukan sosialisasi Peraturan Daerah DIY Nomor 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kartu Identitas Anak di Gedung Kaca Komplek Pemda Kab Kulon Progo (11/12). Kegiatan ini dihadiri oleh guru SMA/SMK di Kulon Progo, Kecamatan dan Organisasi Kemasyarakatan serta beberapa pegawai Dindukcapil Kab. Kulon Progo. Dalam kesempatan ini Ibu Rokhani Yulianti, SH Kasubag Binda Pendaftaran Penduduk Biro Tapem menyampaikan hal-hal terkait administrasi kependudukan dan manfaat Kartu Identitas Anak (KIA).

Biro Tapem sudah bekerjasama dengan beberapa lembaga usaha diantaranya Gardena, Jogja Bay, Kid fun, D’ta, XT Square, Sosial Agency dan Kebun Binatang Gembira Loka. Pemegang KIA dapat menikmati potongan harga/tiket sampai 10%, demikian ungkap Yulianti. Sementara itu Drs Djulistyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyampaikan bahwa untuk menyukseskan pemilihan umum pada bulan April 2019, masyarakat yang mempunyai hak pilih agar melalukan perekaman KTP-el di Kecamatan masing-masing. Dan bagi pemegang Surat Keterangan (suket) agar mengajukan cetak KTP-el.

“Bagi penduduk usia 23 tahun keatas yang belum melakukan perekaman agar segera mendatangi kecamatan tempat terdaftar untuk melakukan perekaman KTP-el. Apabila sampai dengan 31 Desember 2018 belaum rekam KTP-el, data kependudukan yang bersangkutan akan dibekukan oleh pemerintah pusat”, demikian ungkap Djulistyo. Resikonya, tidak bisa menikmati berbagai pelayanan publik seperti layanan BPJS, layanan kepolisian, layanan pertanahan dan pelayanan publik lainnya.

Berita Terkait : Berita